LIDANIA ENTERTAINMENT

Rabu, 02 Februari 2011

Doktrin?

Ada sebuah pertanyaan memusingkan yang berbunyi: Mengapa kau harus melakukan apa yang bisa dilakukan pada esok hari, saat ini? Sebuah kalimat yang cukup membuat Anda berpikir dan mengernyitkan kening Anda, bukan? Tetapi coba simak baik-baik dan artikan dalam pola berpikir teka-teki – walaupun sebenarnya ini bukan teka-teki. Menurut beberapa orang yang telah mendapatkan pertanyaan di atas, mereka menyimpulkan bahwa kalimat tersebut hendak menyatakan ‘sikap tidak terburu-buru’. Beberapa lagi mengatakan kalimat tersebut tidak memiliki arti yang pantas. Bagaimana dengan Anda? Jawabannya sederhana, yaitu bahwa jika pada suatu saat sebuah angan-angan dan impian akan sampai pada waktu yang telah ditetapkan, untuk apa merealisasikannya sejak kini dan menghabiskan waktu untuk mengejar impian yang pasti akan datang dan mengorbankan hal-hal penting lainnya yang lebih mendesak pada saat-saat ia dibutuhkan? Berarti pertanyaan di atas sedang membicarakan “ Apakah waktu yang kau pergunakan saat ini sudah tepat atau sia-sia? Apakah yang kau lakukan sekarang dapat mempercepat proses datangnya hari esok, ataukah lebih baik mengerjakan sesuatu yang perlu pada saat ini untuk menyempurnakan apa yang telah pasti akan datang di hari esok?” Misalnya, untuk apa membuat anak pada saat Anda belum menikah? Kira-kira demikian…. Ada sebuah ungkapan yang berbunyi: Jangan cepat mengambil kesimpulan atau kesimpulan tersebut akan mencelakakan engkau. Kini apa pendapat Anda tentang pernyataan ini? Sebuah kesimpulan sangat penting dalam kehidupan kita, terutama bagi mereka yang terbiasa melakukan hal-hal yang membutuhkan pemikiran dan tindakan yang tepat dalam kurun waktu cepat. Tetapi kalimat di atas telah membatasi tipe orang-orang seperti itu. Bagaimana tidak? Ungkapan ini menimbulkan keragu-raguan dalam mengambil kesimpulan bukan? Apalagi jika orang langsung menelan mentah-mentah sebelum mempelajari betul arti sebenarnya ungkapan ini. Jawabannya juga cukup sederhana, yaitu bahwa jalan kehidupan tidak didukung hanya oleh pikiran dalam otak kita, tetapi hati nurani kita. Apa kata hatimu yang paling dalam di setiap saat di mana sebuah keputusan yang penting harus dibuat? Kepintaran berbeda dengan kejujuran. Kepintaran berbicara soal ketangkasan otak dalam melakukan tugasnya – dan tidak semua kepintaran menuju kepada kejujuran – tetapi hati selalu menimbang dan menyatakan apakah itu benar atau tidak. Ikuti hatimu dan setiap keputusan yang kau buat akan menghasilkan hal-hal terbaik dalam hidupmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Add Coment