SELAMAT DATANG! Anda memasuki blog pribadiku, yang berisi apa saja tentang hiburan, mulai dari novel, musik, film, foto, dan lain sebagainya. Karena masih dalam tahap penyesuaian, maka mungkin penampilan blog ini agak sedikit gak nyambung... Tapi redaksi Lidania akan berusaha keras memperbagusnya hari demi hari. Selamat Menikmati :D
LIDANIA ENTERTAINMENT
-
Legenda dan sejarah tentang zaman Suelin yang tercatat pada masa keempat di zaman Zeincunraa sebenarnya hanya mencatat sebagian kecil dar...
-
Beberapa kemampuan dalam diri manusia memang sudah ada sejak lahirnya. Kemampuan tersembunyi itu biasanya disebut dengan "talenta"...
-
Pirates - Captain Jack Sparrow's Theme.mp3
-
http://www.youtube.com/watch?v=WSgNW26u130&feature=player_detailpage
-
Perkembangan dunia hiburan kian hari kian gila-gilaan. Kalau kita melihat tayangan-tayangan televisi, film, dan lain sebagainya, kita dapat ...
-
Ada sebuah pertanyaan memusingkan yang berbunyi: Mengapa kau harus melakukan apa yang bisa dilakukan pada esok hari, saat ini? Sebuah kalima...
Rabu, 07 Desember 2011
Selasa, 16 Agustus 2011
SEJARAH PARA PENGUASA DI BUMI SEBELUM ZEINCUNRAA
Legenda dan sejarah tentang zaman Suelin yang tercatat pada masa keempat di zaman Zeincunraa sebenarnya hanya mencatat sebagian kecil dari kisah-kisah mengagumkan yang tertinggal dalam ukiran-ukiran batu dan scroll-scroll purba sejak zaman peralihan dari Suelin menuju pada Zeincunraa. Kisah-kisah legenda dan mitos tersebut tidak diketahui waktunya, sehingga pencatatan waktu tentang kejadian-kejadian yang akan dipaparkan di bawah ini menjadi sebuah misteri hingga kini; tetapi catatan tentang sejarah pertama kalinya Permata Agung diciptakan telah ditemukan keotentikannya dalam sebuah tablet kuno Sindarion yang berusia sekitar 9500 tahun sebelum Zeincunraa, yaitu pada tahun 4013 sebelum kejatuhan bangsa Sindarion dari Langit Kedua. Ketujuh bagian Permata-permata Agung tersebut yaitu: Olved, Erid, Rouza, Tinmalad, Acbalan, Telntarin, dan Terall; diciptakan berdasarkan petunjuk Penguasa Semesta oleh Azcraban Perkasa, penguasa pertama bangsa Sindarion dari kaum Azali. Ia menamakan permata-permata itu Lornenstone (tentang permata-permata ini diceritakan di Buku Hitam karya Arianne Vegniore). Pada zaman itu (Suelin), dunia ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Benua-benua (timur, barat, utara dan selatan), Langit Pertama dan Langit Kedua. Langit Keempat hingga Langit Ketujuh berada pada dimensi lain, dan Penguasa Semesta bertahta di Singgasana Agung di Langit Ketujuh, yang adalah Langit dari segala langit. Konon, dari tempat itulah Sang Penguasa menjadikan seluruh alam semesta ini.
Adalah Azonell agung, Kaisar terhebat dan tokoh Azali yang paling termasyhur dari seluruh kaisar-kaisar di Langit Kedua; pada zaman peralihan atau zaman akhir Suelin. Dengan kekuatan kaumnya (kaum Azali) yang diberkati Penguasa Semesta, mereka membangun kekaisaran raya di Armazora dan menamakannya Azaoth. Dengan talenta kreasi yang diberikan Penguasa Semesta kepadanya, ia mengambil tujuh Permata Agung yang terbuat dari criezopras dan yang diciptakan pada zaman awal Suelin oleh leluhurnya dan membentuk mereka ke dalam satu bagian dan menjadikannya sebuah Batu Akik yang ia namakan Ordeniz—belakangan batu tersebut dinamakan Lunastreall, dan kelak menjadi dasar terjadinya Perang Besar sepanjang masa di zaman Zeincunraa—dimana batu tersebut terdiri dari gabungan tujuh Permata Agung Lornenstone dan merupakan batu-batu agung untuk memanggil kuasa dahsyat seraphin paling mematikan untuk menghukum bumi. Seraphin itu disebut Zebaoth dalam bahasa Sindarion dan Arvenz dalam bahasa orang-orang di Selatan. Kuasa yang terdapat di dalam Ordeniz-ordeniz ini sebenarnya bervariasi dan hanya dapat memanggil Zebaoth jika ketujuh Lornenstone tersebut disatukan di dalam satu kesatuan—belakangan Azonell-lah yang pertama kali mendapatkan rahasia tersebut, setelah permata-permata tersebut ditempa oleh Azcraban lama berselang. Dengan kekuatan dahsyat yang diberikan Lornenstone tersebut, Azonell menjadi angkuh dan gila akan kekuasaan di bumi dan melanggar larangan Penguasa Semesta untuk berlayar mengarungi langit ke Dunia Tanpa Waktu di Heraz: atau yang kini disebut dengan Tanah Mengambang Evenia. Hal tersebut dikarenakan Dazcord Shedell, seorang penasehat dan penyihir paling berkuasa di Azaoth berhasil membujuk Azonell untuk melakukan hal itu.
Dazcord memiliki keagungan dan keelokan kaum Azani (ras yang bersaudara kandung dengan kaum Azali) dan kekuatan dahsyat dari darah bangsawan-bangsawan agung Sindarion. Ia selalu menasehati Kaisar ke dalam hal-hal yang menimbulkan niat untuk menjajah seluruh bumi dan menjadi penguasa tunggal dikarenakan pemikirannya ke depan tentang kuasa yang dapat mereka raih dari penggunaan Lornenstone tersebut terhadap seluruh dunia. Dan entah mungkin karena kepiawaiannya dalam mengambil hati raja, ataukah karena memang Dazcord memiliki keagungan bangsawan Sindarion purba yang tidak dimiliki kaumnya yang lain, ia berhasil membujuk kaisar dan menyusun taktik perang serta armada besar yang dahsyat luar biasa (armada ini merupakan armada kapal-kapal angkasa dalam berbagai ukuran dan bersenjatakan meriam-meriam Xenon dalam berbagai elemen) mengarungi langit menuju keempat penjuru bumi dengan dukungan penuh dari seluruh rakyat Sindarion. Akan tetapi putra-putra Kaisar, Azbanura dan Azenell, tidak setuju dengan tindakan tersebut dan mencoba menasihati ayah mereka untuk mengurungkan niatnya itu. Tetapi Azonell yang merasa layak menjadi Kaisar Agung penguasa seluruh semesta, dan yang telah termakan oleh bujukan Dazcord, menolak saran putra-putranya dan tetap pada rencananya semula. Maka pada sekitar tahun 9012 menjelang akhir zaman Suelin, armada raya Sindarion yaitu Armada Kekaisaran Raya Azaoth, maju menuju Evenia dan dengan demikian telah menantang Penguasa Semesta.
Adalah Armaguz Mahaiel, seorang tokoh Aradinraa yang paling hebat dan mulia dari seluruh bangsa Pengembara Langit atau Voith dalam bahasa kuno kaum Aradinraa dan mereka adalah bangsa Langit Pertama. Mahaiel adalah Kaisar Agung dari Heraz yang terletak persis di tenggara Evenia, dan kekaisarannya adalah Voithron. Ia maju menantang Azonell Agung di perbatasan Langit Kedua dengan Langit Arung Waktu (istilah dari Evenia) bersama armada-armada perangnya yang tidak kalah hebatnya dengan armada perang Azonell—karena dengan keagungan kekaisarannya ia hendak menantang Azonell Agung dalam memperebutkan permata-permata Lornenstone tersebut dan sebagai wujud kesetiaannya kepada Penguasa Semesta—maka terjadilah pertempuran besar antara kaum Azali dengan kaum Aradinraa di tempat tersebut. Azonell dengan angkuhnya memanggil Zebaoth ke dalam pertempuran itu dan menunggangbalikkan tidak hanya para pasukan kaum Aradinraa tetapi juga pasukan dari kaum Azali sendiri. Korban dari kedua belah pihak lebih banyak jatuh dalam summon tersebut ketimbang korban yang jatuh akibat pertempuran. Langit Pertama dan Langit Kedua pun runtuh dan menyatu dengan benua-benua selama kurun waktu yang tidak dapat dihitung. Kini hanya sedikit saja sisa-sisa daratan Langit Pertama dan Kedua yang tertinggal di bumi yang belakangan dikenal dengan sebutan Armadeza atau daratan yang mengambang di atas tanah (tentang daratan-daratan ini diceritakan dengan lengkap mitologinya pada buku pertama yang diterbitkan dalam Legend of Zeincunraa). Maka dengan demikian kaum Aradinraa jatuh dari Langit Pertama dan menjadi bangsa Pengembara Bumi sebelum mereka akhirnya menetap di Benua Utara bumi. Evenia dipisahkan dari lingkungan bumi dan semua manusia dilarang memasuki Dunia Tanpa Waktu tersebut selamanya. Demikianlah, maka berakhirlah zaman Suelin dan zaman baru pada tahun 1 masa pertama Zeincunraa dimulai. Keturunan pangeran-pangeran agung dari rumah Mahaiel yang selamat dari pertempuran akbar itu kemudian menemukan belahan bumi permai di utara dan berdiam di sana, sementara kabar kejatuhan Armaguz Mahaiel tidak pernah tercatat lagi ke dalam mitos-mitos purba dan kisahnya hanya menjadi legenda-legenda yang sudah terlupakan oleh waktu. Di Bumi Utara tersebut itulah, putra mahkota Mahaiel yang bernama Arvhiel kemudian membangun kekaisaran raya Voith Oll’rinia, yang belakangan dikenal dengan sebutan Votronia.
Sementara itu, Azonell sendiri jatuh dalam kemunculan Zebaoth tersebut bersama hampir sepertiga dari keluarga-keluarganya. Awalnya karena salah satu dari tujuh batu Permata Agung terjatuh saat Azonell terlempar dari hexanoznya ketika getaran dahsayat kemunculan Zebaoth merobohkan seluruh armada baik kawan maupun lawan. Zebaoth pun jadi tidak terkontrol dan sapuan keenam sayapnya yang perkasa menghancurkan sepertiga dari dataran Evenia. Saat itu Mahaiel yang sudah dapat menguasai dirinya dan hexanoznya berteriak dari kereta perangnya dan mengejek Azonell. “Kekuatanmu tidak sepadan dengan kebesaran makhluk yang kau panggil. Apakah ini suatu lelucon perangmu?” katanya. Murka oleh ejekan Mahaiel yang terang-terangan merendahkan derajatnya sebagai Kaisar Agung Penguasa Zebaoth, Azonell memerintahkan Zebaoth melepaskan serangan akhirnya dan perangpun berubah menjadi bencana yang paling mengerikan dalam sejarah bumi pada zaman itu, yaitu kehancuran kedua Langit dan jatuhnya dataran-dataran mengambang ke bumi. Armada Azali pun terbuang dari Langit Kedua dan jatuh ke pegunungan tinggi Zarkhana dan sampai di Benua Selatan hingga zaman Zeincunraa dimulai. Azonell tewas tertindih reruntuhan batu bersama seluruh pengawalnya ketika ia mencoba menerobos batu-batu yang berjatuhan akibat serangan Zebaoth tadi. Tempat di mana Azonell tewas dan terkubur didirikan tugu peringatan oleh rakyatnya sebelum mereka melarikan diri dari Evenia, dan sisa-sisa situs purbakala yang tertinggal dari perang tersebut disebut Gradanovahd, yang terletak kini di Benua Timur, tandus dan mengerikan. Putra-putra mahkota Azonell, Azbanura dan Azenell, berhasil meloloskan diri dari kehancuran Langit Kedua oleh karena pertolongan Ziron, salah satu pengawal kepercayaan Azonell yang menyelamatkan mereka tepat pada waktunya dari kehancuran fatal yang diakibatkan kemurkaan dan kegilaan Azonell ketika memerintahkan Zebaoth untuk melakukan evzagarell, yang artinya Penghancuran Terakhir, dan mereka berhasil mengunci kembali seraphin dahsyat tersebut ke dalam Lornenston dan membawanya ke Benua Selatan (tentang hal ini diceritakan lebih banyak dalam kisah dongeng terkenal dari kerajaan Celionia purba yang sering diceritakan oleh para orang tua kepada anak-anak dan cucu-cucu) – dan sesudahnya, mereka membangun kerajaan Azdalnar Purba pada masa pertama Zeincunraa dimulai. Azbanura menjadi Raja Tertinggi sedangkan Azenell memilih menjadi Pangeran Arventica dan menetap bersama keluarganya di utara tanah Arventiana (dinamakan Arventiana karena di lokasi dataran tersebut itulah sang Arvenz atau Zebaoth muncul pertamakalinya).
Namun rupanya Dazcord selamat dari kehancuran mengerikan dalam pertempuran tersebut dan lari bersembunyi bersama sisa-sisa kaum Azani di pegunungan Gravuna sebelah tenggara dari Armazora. Kekaisaran Azaoth sendiri telah menjadi puing-puing setelah sisa-sisa dari kaum-kaum terakhir bangsa Sindarion melarikan diri ke Benua Selatan bersama kaum Azali dan putra-putra Azonell Agung. Di puncak gunung tersebut, Dazcord menambah kembali kekuatannya yang dashyat dan mengangkat dirinya menjadi Penguasa Benua Timur. Tetapi dataran Langit Kedua di Armazora diratakan dengan tanah oleh Penguasa Semesta dan dikutuk selamanya tandus dan kelam. Seiring berkembangnya waktu, Dazcord lalu menemukan satu dari tujuh permata Ordeniz yang tertinggal sejak pertempuran terakhir (Batu Erid) di Armazora dan mempergunakan kekuatannya untuk memanggil kekuatan-kekuatan kegelapan dari bawah bumi, yang telah sekian lama dikunci oleh kekuatan bumi dibawah dunia terang, dan membangun kembali reruntuhan kota Azaoth dan sekaligus menjadikannya Kekaisaran Baru di bawah pimpinannya. Ia menjadi Kaisar Agung dari kaum-kaum Azani Hitam dan memberikan nama baru kepada kekaisarannya (Amnunaoth) kira-kira pada tahun 14 masa pertama Zeincunraa dimulai dan menjadikan Benua Timur sebuah tempat paling ditakuti oleh seluruh penduduk bumi pada zaman Zeincunraa. Menjelang tahun 191 masa pertama zaman Zeincunraa, kekaisaran Amnunaoth telah berkembang pesat menjadi kekaisaran raya yang luar biasa, tetapi Dazcord hanya berdiam diri dan mempelajari dua kerajaan lain yang telah berdiri di benua utara dan benua selatan (Votronia dan Azdalnar).
TENTANG PERTEMPURAN GRADANOVAHD
Dalam sejarah pertempuran Gradanovahd, kami telah mengumpulkan data-data paling lengkap dari perpustakaan-perpustakaan besar di Andrhomidean beserta sisa-sisa tablet yang telah mencatat kisah perang akbar itu pada tahun 695 masa pertama Zeincunraa (pada zaman itu, pergantian masa dimulai setelah 1000 tahun). Beberapa sejarah yang lebih otentik tentang pertempuran tersebut telah ditulis sendiri oleh Putri Zentarien Edenia dari kerajaan Celionia setelah petualangan menegangkannya di Armazora pada tahun 2415 masa kedua Zeincunraa dan penemuan tujuh bagian dari Permata Agung Lornenstone yang kemudian dikenal dengan Permata-permata Bulan atau Lunasteral. Buku catatan tersebut masih tersimpan dengan rapi dan tidak kurang suatu apapun di perpustakaan kota Nemez di Votronia, dan di salah satu bab-nya mengisahkan tentang bagaimana Edenia berhasil menemukan teknik pengontrolan Zebaoth yang lebih terarah sehingga tidak menimbulkan kerusakan menyeluruh dalam perintah Serangan evzagarell. Rahasia itu disimpan Edenia hingga kematiannya pada tahun 2419 dan dengan kepergiannya ke Rumah Abadi, rahasia tentang Zebaoth pun terkubur.
Sekitar tahun 190 ketika masa pertama baru dimulai, Azbaruna dan Arvhiel membangun hubungan diplomasi pertama antara kerajaan Azdalnar dengan kekaisaran Votronia. Mereka berjanji untuk melupakan pertikaian antara leluhur mereka dan bertekad membangun kejayaan baru bagi bangsa mereka masing-masing. Hal ini dipandang baik oleh seluruh sisa-sisa kaum terakhir dari bangsa Voith dan Azali, tetapi banyak dari bangsa Sindarion menolak keputusan ini dan meninggalkan kaum Azali. Sejak saat itu, tidak pernah lagi terdengar kabar tentang kaum-kaum lain dari bangsa Sindarion. Mereka pergi dan lenyap entah ke mana. Kaum Azali sangat terpukul ketika ditinggalkan oleh saudara-saudara sebangsa mereka, tetapi Azbaruna tidak dapat berbuat apa-apa. Demikianlah, sejak perjalanan tahun sedang mencapai masa ketiga pada zaman Zeincunraa, bangsa Sindarion yang tersisa (yang dikenal) di bumi ini hanyalah kaum Azali dari Azdalnar dan kaum Azani dari Amnunaoth.
Sementara itu, ketika didengar oleh Dazcord bahwa putra-putra Azonell telah berhasil meloloskan diri dari kehancuran Langit Kedua lalu mendirikan kerajaan baru di wilayah Benua Selatan, dan tentang hubungan diplomasi yang telah diikrarkan Azdalnar dan Votronia di kota Nemez, maka ia segera mengumpulkan kekuatan pasukan elitnya pada tahun 192 untuk berencana menghancurkan kerajaan Azdalnar dan Votronia. Apalagi ia masih memendam kebencian ketika kedua bersaudara putra-putra Azonell itu pernah menolak usulnya menyerang Evenia dan sempat hampir membujuk Azonell untuk mengurungkan niat tersebut. Maka dengan kekuatan penuh, kaum Amnunaoth (atau yang dahulu dikenal dengan sebutan Azanian) segera maju melintasi Zoraclysta menuju perbatasan sebelah timur kerajaan Azdalnar dan menduduki pulau Talviz (saat itu Dazcord bertekad menaklukkan Azdalnar terlebih dahulu sebelum ia menyerang Votronia). Dalam serangan pertama ke pantai timur Azali, mereka mengalami kesulitan yang teramat sangat, karena tempat itu merupakan daerah tebing berkarang yang sulit dilalui dan para pemanah Azdalnar sangat piawai dalam menjaga tebing karang tersebut. Tebing karang setinggi kira-kira 10000 kaki itu dinamakan Geliad oleh orang-orang di Selatan. Tebing Geliad tersebut memanjang dalam bentuk barisan tebing-tebing karang tak terputus (berbentuk seperti tembok raksasa) hingga sampai di bagian utara tempat Kota Arventica berdiri. Di sana, tebing karang itu memiliki sebuah celah sempit dan disebut Genila oleh kaum Arventiana. Ketika Dazcord tidak menemukan lagi taktik perang yang dapat menundukkan tebing karang Geliad, maka ia mengubah jalur penyerangannya ke arah barat laut dari Geliad, yaitu pantai-pantai Azali yang berdekatan dengan kerajaan Goram dan tidak terlindungi oleh tembok-tembok karang tersebut.
Azbanura yang melihat kemungkinan berbahaya tersebut segera menugaskan dua Kapten terhebatnya, Kapten Elziro dan kapten Evrael, untuk menghadang pasukan Amnunaoth di sana. Serangan gencar dari Amnunaoth (yang dipimpin oleh salah satu Kapten Penyihir milik Dazcord yang bernama Valluna) berhasil gemilang. Mereka merebut pantai-pantai Geliad sebelah barat laut setelah memukul mundur Elziro dan Evrael, dan membangun basis militer Amnunaoth di sana. Azbanura sangat gusar dan mengerahkan armada besarnya ke pantai Geliad dengan maksud merebut kembali pantai-pantai tersebut. Pasukan besar Azdalnar yang dipimpin langsung oleh Azbaruna segera terlibat pertempuran seru selama lebih dari dua bulan. Akan tetapi Azdalnar berhasil merebut kembali pantai tersebut setelah Kapten Penyihir Amnunaoth dibunuh oleh kapten wanita Azbanura yang bernama Evera Milda dari keturunan terakhir kaum Azani yang masih setia pada Azbaruna dan kekaisaran Azdalnar (dalam sebuah silsilah tertua tentang keluarga-keluarga ningrat kaum Azani, ditemukan bahwa Evera Milda ternyata adalah cucu dari Kaisar Dazcord Shedell). Milda maju bersama sepasukan kavaleri berhexanoz dari Azdalnar dan menantang Kapten Penyihir itu dalam duel lalu mengalahkannya. Dengan demikian, pasukan Amnunaoth terpukul mundur kembali ke benua timur dan berkemah di Zoraclysta.
Dazcord saat itu sedang memusatkan perhatiannya pada pemanggilan kembali kekuatan kaum Penjaga Bumi yang ditugaskan Penguasa Semesta untuk menjaga alam di bumi sejak ia diciptakan di zaman dahulu kala (tentang kaum ini akan diceritakan di dalam buku ini di bab yang lain). Ia berhasil mengaktifkan Ophalia, satu dari Tujuh Cermin Masa Depan yang berada di kuil tertua bekas kekaisaran Azaoth di sebuah dataran mengambang sebelah tenggara Zoraclysta (tentang ketujuh cermin ini akan dijelaskan dalam buku yang lain, karya dari penyihir wanita terkenal bernama Edelvien). Armadeza tersebut adalah salah satu dari Armadeza-armadeza yang tidak diratakan Penguasa Semesta dengan tanah sejak pertempuran terakhir. Armadeza itu bernama Armain dan kuil tempat Ophalia tersebut berada telah dibangun lama sejak dinasti pertama sebelum Azonell Agung dan sebelum kaum Azali berkuasa di Langit Kedua pada masa lampau. Ketujuh cermin tersebut adalah buatan kaisar-kaisar tertua dari zaman Suelin dan memiliki kemampuan untuk membawa mereka yang bisa mengaktifkannya ke dimensi lain selain dimensi bumi ini, dan ke tempat-tempat paling rahasia di semesta. Dengan kemampuan cermin itu, Dazcord dapat membangun sebuah Gerbang Mistis bernama Aereth dan membangunkan Centraluna Minestrall yang Agung dan Anggun dari tidurnya—yang oleh bahasa kuno Sindarion Purba, ia disebut Zemirami—di alam mistis Armazora (tentang Centraluna, tidak ada sejarah manapun yang pernah menuliskan kisah tentangnya). Sang Anggun (Centraluna) ternyata tidak bersedia membantu Dazcord dalam perangnya melawan Azdalnar, tetapi ia memberikan kepada Dazcord sebuah rahasia yang terkandung dalam salah satu Permata Agung yang saat itu dikuasai oleh Dazcord yaitu Batu Erid. Dengan rahasia kekuatan Erid itulah maka Dazcord dapat dengan mudah menambah jumlah tentara-tentara mautnya dan menciptakan untuk dirinya sendiri sepasukan tentara elit paling mematikan dalam sejarah Zeincunraa. Pasukan elit tersebut hanya berjumlah seratus prajurit dengan berkendara hexanoz-hexanoz keturunan Geion, yang lebih perkasa dari kebanyakan hexanoz, dan mereka dinamakan Zeiroth karena bentuk armor mereka menyerupai bentuk Zebaoth purba dalam ukiran-ukiran kuno di puing-puing kekaisaran Azaoth. Para Zeiroth itu hanya tunduk kepada mereka yang memegang Batu Erid. Banyak kota yang ditaklukkan Amnunaoth setelah itu di perbatasan negeri mereka, dan masyarakatnya dijadikan tawanan. Para tawanan perang ia jadikan budak-budak untuk rakyatnya dan mereka dipakai untuk mendirikan sebuah ibu kota kekaisarannya di Armazora yang bernama Iziroth.
Menjelang tahun 200, Dazcord maju kembali ke Geliad dan menantang Azbanura dalam pertempuran. Armada Azdalnar kembali dikerahkan memperkuat pantai-pantai Geliad sementara Pangeran Arventica juga maju mendukung kakaknya bersama pasukan kavaleri hexanoz dari Arventiana dikarenakan ia melihat begitu besar armada yang dikirim Dazcord untuk melawan kakaknya ketika mereka tiba di pantai-pantai Geliad. Kerajaan yang bertetangga dengan Azdalnar yaitu kerajaan Goram pun maju membantu Azdalnar dalam pertempuran tersebut karena mereka juga merasa terancam oleh serangan itu. Perang kembali berkecamuk di pantai-pantai Geliad, tetapi Azbanura tidak menyadari kalau Dazcord sedang mengincar Arventica (saat itu Dazcord belum mau melepaskan para Zeiroth-nya). Melalui celah sempit di sekitar tebing-tebing Genira, pasukan bersayap Amnunaoth menyerang Arventica secara tiba-tiba dan merebutnya dalam waktu sehari saja, karena semua pasukan Arventica saat itu sedang dikerahkan ke pantai-pantai Geliad dan Arventica ditinggal tanpa penjagaan. Rakyat Arventiana melarikan diri menuju dataran Atrava, sebelah barat negeri Azal, dengan gerakan mundur yang kacau-balau dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Kabar kejatuhan Arventica sampai di telinga Azenell empat hari sesudahnya, dan dengan penuh amarah ia menarik kembali seluruh kavalerinya menuju Arventiana. Walaupun telah dinasehati oleh kakaknya dan Gazna, Raja Goram, bahwa keadaan mereka tidak siap untuk suatu serangan balik, Azenell tetap bertekad merebut kembali Arventica secara paksa dengan menyusuri tebing karang selama tujuh hari perjalanan berhexanoz, karena kecintaanya kepada putrinya yang baru berusia delapan tahun (Putri Armian) dan permaisurinya (Ratu Elma) mengalahkan ketakutannya kepada pasukan Amnunaoth yang bengis. Maka akibat perjalanan siang malam tanpa henti dan kemerosotan moral para prajurit Arventiana akibat beban pemikiran terhadap keluarga mereka yang mungkin sudah mati atau masih selamat, Azenell beserta seluruh kavaleri hexanoznya mengalami kekalahan di lembah Avix dengan sebuah serangan yang tiba-tiba dari tentara Amnunaoth. Azenell jatuh dalam penyergapan itu, tetapi dua pengawalnya berhasil melarikan diri dan membawa jenazahnya kembali kepada kakaknya.
Azbanura begitu berduka dengan kematian Azenell dan pertahanan pantai-pantai Geliad mengalami kegoyahan. Evera Milda kemudian ditugaskan menjaga perbatasan antara Zentrapolis (ibu kota kerajaan Azdalnar) dengan Avix untuk mengantisipasi serangan musuh dari arah Arventiana, sementara Elziro dan Evrael tetap bertahan di sekitar Geliad bersama kapten-kapten dari kerajaan Goram yang membuahkan sebuah pertahanan solid selama hampir dua bulan lamanya yang sempat menggusarkan Dazcord. Selama itu, raja yang dirundung duka selalu mengunci diri di kemahnya dan menangisi adiknya siang dan malam. Hal ini sangat meresahkan pasukan Azali dan semangat bertempur pasukan Azdalnar dan sekutu mereka jadi menurun.
Pada pertengahan bulan ketiga sejak kematian Azenell, dua penyihir wanita (yang menurut bahasa Atrava kuno mereka disebut Vanida) dan seorang petualang dari dataran Havila di utara jauh, datang ke kemah Raja setelah melewati hutan-hutan emas dari barat menuju Azal—menurut bahasa Atrava kuno, hutan tersebut dinamakan Hutan Emas Heptea. Para penyihir itu sendiri bernama Edelvien dan Edelia (saudara Edelvien) dan sang petualang legendaris itu bernama Hazayell dari kaum Vrenno di barat Atrava. Mereka datang ke kemah Raja dan membawa dengan selamat Putri Armian dan Ratu Elma dalam keadaan tidak kurang suatu apapun. Juga dalam rombongan mereka, ikut juga 339 orang yang tersisa dari rakyat Arventiana yang selamat, termasuk beberapa orang tua dan anak-anak. Dan walaupun Raja masih bersedih hati, ia merasa terhibur dan lega melihat putri saudaranya selamat bersama Ratu Arventica. Hazayell lalu memberitakan kepada Raja bahwa rakyat Atrava bersedia membantu Azdalnar dalam memerangi Dazcord, dan sepuluh ribu penunggang hexanoz dari Atrava sedang dikirim oleh Raja Zao, pemimpin kaum Vrenno dari Kerajaan Atracalia, menuju Arventiana untuk membalas dendam terhadap pasukan Amnunaoth yang berada di sana.
Akan tetapi, walaupun dibantu oleh dua kerajaan tetangganya, Azdalnar tidak mampu meredam kekuatan pasukan Amnunaoth, apalagi ketika Dazcord akhirnya melepaskan keseratus tentara Zeirothnya. Dalam waktu dua tahun saja, pasukan Azdalnar terpukul mundur ke arah Sungai Besar Glerion, sebelah timur dari Heptea. Atrava dan Goram pun terpukul mundur ke daerah mereka masing-masing dan tidak lagi memusatkan perhatiannya kepada Azdalnar dikarenakan mereka pun mulai diserang di wilayah-wilayah kerajaan mereka masing-masing. Dengan demikian, dengan penyesalan yang mendalam, Raja Goram dan Raja Atracalia terpaksa menarik mundur tentara-tentara mereka kembali ke wilayah masing-masing. Walaupun demikian, Edelvien dan Edelia bersama Hazayell tetap berada di sekitar Raja Azdalnar dan membantunya sebisa mereka. Azbaruna sendiri akhirnya gugur dalam pertempuran mempertahankan Zentrapolis bersama Evera Milda dan kapten-kapten lainnya, kecuali kapten Evrael yang tetap selamat dan membawa lari putra-putra Azbaruna dan putri Armian ditemani Edelvien dan Edelia, para penyihir, sedangkan Hazayell tidak terdengar kabarnya lagi setelah Zentrapolis ditaklukkan. Terakhir ia terlihat berperang bersama-sama dengan Raja Azdalnar di luar tembok-tembok Zentrapolis hingga saat-saat terakhir, dan ia merupakan satu-satunya pejuang yang bertahan lama dalam menghadapi kekuatan teror para Zeiroth. Zentrapolis direbut Amnunaoth dalam waktu dua hari saja pada tahun 293, sementara putra Azbaruna, Erdizon, berhasil lolos bersama sepupunya, Armian dan ibunya, Elma, berkat pertolongan Evrael dan Edelvien. Sementara Ratu Irana (ibunda Erdizon) telah wafat karena sakit, setahun sebelum kematian Azbaruna. Dengan demikian, Erdizon yang adalah putra satu-satunya Azbaruna diangkat menjadi Raja baru Azdalnar.
Sementara itu di Glerion, Raja Erdizon bersama pasukan terakhir Azdalnar mencoba bertahan dengan membangun kota benteng kuat yang dinamakan Ithporeon. Selama setahun ke depan Azdalnar akhirnya dapat sedikit bernapas lega ketika Dazcord mengalihkan serangannya ke Votronia melewati pantai-pantai Genira dan perbatasan Heraz purba dengan Azal. Kekaisaran Votronia pun terdesak mundur ke pegunungan Iriel yang berdekatan dengan kerajaan utara Giralza, dan selama hampir empat tahun tanah Voith Oll’rinia dijajah oleh Amnunaoth. Rupanya Dazcord hendak melanjutkan misinya yang dahulu gagal karena Azonell. Ia ingin menguasai seluruh wilayah dan benua-benua di bumi serta menjadikannya Kaisar Agung seluruh bumi serta memerintah segala makhluk. Tentang sejarah pertempuran di utara dan tentang munculnya kerajaan Andrhomidean yang bersekutu dengan Votronia, semuanya tercatat di buku sejarah karya kaisar kelima Votronia setelah Arvhiel (Ardamoz) yang dicatatnya sendiri setelah melewati pertempuran Gradanovahd yang terjadi 690 tahun ke depan. Saat ini kita akan menyimak tentang keturunan Azbaruna setelah kejatuhannya dan perjuangan tiada henti rakyat Azdalnar untuk tetap bertahan hidup dalam pertempuran demi pertempuran mempertahankan tanah mereka dari penjajahan Amnunaoth hingga sampai pada pertemputan terbesar sepanjang masa di Gradanovahd.
Raja-raja dan Ratu setelah Azbaruna.
Azbaruna II (294 – 309)†
Erdizon menggantikan posisi ayahnya pada tahun 293 setelah kejatuhan kota Zentrapolis. Saat itu umurnya telah mencapai 44 tahun (ia dilahirkan pada tahun 249) dan ia dijuluki Azbaruna oleh rakyatnya karena sifatnya sama persis dengan ayahnya. Oleh sebab itu, ia kemudian dikenal dengan sebutan Azbaruna II. Dua tahun setelah pengangkatannya sebagai raja, dengan menolak nasehat dari Edelvien, ia mencoba merebut kembali Zentrapolis dari tangan Amnunaoth, tetapi gagal. Selama pemerintahannya, rakyat Azdalnar dilanda wabah sampar yang hebat di perbatasan sepanjang Sungai Besar dengan Avina, namun mereka selamat. Ia mencoba mengaktifkan Zebaoth, tetapi Lornenstone tersebut tidak merespon. Dalam sebuah serangan tiba-tiba di sekitar hutan Heptea, Azbaruna II tewas bersama satu peleton kavaleri hexanoznya yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Avix untuk merebut gudang makanan pasukan Amnunaoth.
Azonell II (310 – 313)†
Ia menggantikan posisi ayahnya setahun setelah kematian Azbaruna II dikarenakan selama hampir setahun tidak ada berita tentang ayahnya dan para pejabat istana masih menunggu. Edelvien-lah yang kemudian pertama kali mengetahui kematian Azbaruna II setelah perjalanannya menyelidiki hilangnya sang Raja membawanya ke tempat kejadian di mana Azbaruna II jatuh. Pada masa pemerintahan Azonell II, yaitu sekitar tahun 311, Azdalnar hampir saja hancur ketika, dengan nekat, Azonell II memerintahkan tentaranya, yang berjumlah kurang dari lima ribu orang, menyerang Avix: yang saat itu sedang dijaga oleh para Zeitorh. Penyerangan tersebut gagal dan para Zeitorh mengejar mereka dalam gerakan mundur yang kacau-balau. Seluruh rakyat Azdalnar, tua dan muda, maju ke perbatasan menolong Raja mereka dan mencoba menghalangi Zeiroth-Zeiroth yang perkasa itu. Korban jatuh sangat banyak di pihak Azdalnar, dan mereka tertolong karena Edelvien dan Edelia yang menunjukkan Lornenstone kepada para Zeiroth dan menyebabkan murka tentara-tentara ajal itu reda lalu mereka berbalik kembali ke Avix. Tetapi dalam pertempuran itu, Azonell II terluka parah dan meninggal dua tahun sesudahnya. Selama ia sakit, Edelvien ditunjuk sebagai penasehat perang sementara dalam menjaga perbatasan Glerion. Saat kematiannya, Azonell tidak memiliki anak laki-laki sehingga putrinya kemudian diangkat rakyat sebagai Ratu Pertama Azdalnar.
Azonelia (313 – 329)
Ia menggantikan ayahnya dan menjadi Ratu Azdalnar termuda—dan yang pertama dalam sejarah Kerajaan Azdalnar—pada zaman Zeincunraa (saat ia dinobatkan, umurnya baru berusia 15 tahun). Tetapi ternyata, Azonelia adalah Ratu yang bijaksana, sebab ia berguru kepada Edelvien dan tidak menutup hatinya terhadap nasihat-nasihat para pejabat istana. Dua tahun setelah penobatannya, Hazayell Perkasa tiba-tiba muncul lagi. Edelvien sangat senang bertemu sahabat lamanya itu. Pada masa pemerintahan Azonelia, pasukan Azdalnar berhasil merebut Avix dan menjadikannya kota pertahanan terhadap Arventica dan Zentrapolis. Ketentaraan Azdalnar pun mulai berkembang ketika Azonelia mendengarkan nasihat Edelvien yang meminta Ratu untuk melipatgandakan perekrutan pemuda-pemuda Azal untuk masuk dalam ketentaraan. Edelvien telah membaca situasi Dazcord yang saat itu memusatkan pasukannya memerangi Votronia, sementara para Zeiroth-nya tidak ia aktifkan, sehingga kekuatan Amnunaoth yang berada di benua selatan tidak sekuat dulu. Ratu Azonelia sendiri pernah dikunjungi oleh Ratu Maut Zentraluna Minestreall pada tahun 325 sejak masa pemerintahannya dan ditawari rahasia untuk mengaktifkan Lornenstone, tetapi Ratu menolaknya atas saran dari Hazayell. Pilihan itu dinilai bijaksana oleh seluruh rakyat Azdalnar; mengingat kejadian mengerikan di masa lalu yang hampir saja menghancurkan peradaban Azal dikarenakan kekuatan Permata Agung tersebut. Apalagi Lornenstone saat itu tidak utuh dikarenakan permata Erid yang tidak berada di antara enam Permata yang lainnya. Sayang sekali, Azonelia menderita sakit di usianya yang ke 38 sejak menjadi Ratu dan meninggal pada tahun 329. Adik sepupunya dari rumah Azenell yaitu Putra Mahkota Ratu Armian dari Arventiana; yang bernama Azprazan, kemudian dipilih sebagai penerus sah kerajaan Azdalnar. Dengan demikian, garis keturunan Raja-raja Azdalnar dari Azbaruna diteruskan oleh keturunan dari Azenell.
Azbaruna III Sang Penakluk (329 – 359)†
Azprazan menggantikan kakaknya sebagai Raja Azdalnar ketika berumur 30 tahun, dan ia disebut Azbaruna III Sang Penakluk, karena pada masa kekuasaannya, rakyat Azdalnar berhasil merebut kembali Zentrapolis dari cengkeraman Amnunaoth. Ia pun mengirim armadanya ke Advina dipimpin oleh Hazayell dan Edelia untuk membantu kerajaan Atracalia memerangi pasukan musuh di perbatasan Atrava dengan Arventica, dimana mereka berhasil menghalau musuh ke daerah Arventica. Mendengar itu, Votronia pun meminta bantuan kepada Azbaruna III untuk membantu merebut Kota Benteng Voith di barat laut Benua Selatan dan mereka berhasil merebut kota benteng tersebut. Masa itulah dimana Hazayell kemudian dikenal sebagai Sang Perkasa dari Azali. Demikianlah, maka sepak terjang Azbaruna III menyebabkan ia dikenal sebagai Sang Raja Penakluk dari Azali. Hingga kematiannya karena luka-luka akibat perang pada tahun 359, ia menjadi Raja Azdalnar yang paling dibenci di Amnunaoth.
Aztalon (359 – 368)†
Pada masa pemerintahannya, Dazcord melancarkan kembali agresinya ke selatan karena mendengar kabar-kabar keberhasilan Raja Azbaruna III. Malang bagi Aztalon karena pada masa menggantikan posisi ayahnya itu, Dazcord mengirim para Zeiroth-nya ke Selatan dan berencana menuntaskan pertempuran di wilayah itu selamanya. Atas nasihat Edelvien, armada Azdalnar dibagi menjadi dua bagian. Sebagian bergabung dengan Atracalia mempertahankan Zentrapolis sedangkan sebagian lagi bergabung dengan kerajaan Goram menyerang Zoraclysta secara tak terduga. Edelvien mengirimkan berita kepada Votronia untuk melakukan cara yang sama dalam melawan kekuatan Amnunaoth di Utara. Kaisar Votronia (yang saat itu merupakan kaisar ke-5 yang bernama Paruvell) mengikuti nasihat Edelvien dengan mengirim kurir ke seluruh kerajaan di utara untuk bersatu. Kerajaan-kerajaan di utara yang terdiri dari Giralza, Andrhomidean dan Votronia kemudian bergabung dan memukul mundur pasukan Amnunaoth hingga sampai ke perairan Edeniz. Dazcord yang terkejut dengan taktik perang ini sempat kewalahan ketika seluruh kekuatan di bumi bersatu melawannya. Para Zeiroth memang berhasil merebut dinding terluar Zentrapolis, walaupun tertahan selama dua minggu akibat kehebatan Hazayell, tetapi Dazcord sendiri kehilangan Zoraclysta dan pasukannya di Gerbang Aereth hancur lebur. Merasa murka dengan kejadian ini, Dazcord mengirim Zeiroth-nya langsung ke Zoraclysta untuk merebutnya kembali dari tangan pasukan Azdalnar yang bergabung dengan Goram. Edelvien dan Edelia dengan sihir mereka berhasil menahan Zeiroth selama sebelas hari, tetapi rupanya kekuatan-kekuatan dari para tentara maut tersebut di luar kemampuan mereka sehingga mereka terpukul kalah di Zoraclysta. Demikianlah, maka Edelvien menarik mundur pasukan di Zoraclysta menuju pantai Geliad dengan maksud bergabung kembali dengan pasukan yang berada di Zentrapolis. Akan tetapi Dazcord yang sedang marah cepat-cepat mengirim kembali pasukan Zeiroth-nya melewati lautan dan sampai ke Zentrapolis sebelum Edelvien. Di Zentrapolis, Zeiroth menunggangbalikkan kota tersebut dalam semalam saja dan membunuh Aztalon beserta seluruh keluarga kerajaan. Hazayell terluka parah dalam penyelamatan rakyat Azdalnar dari amukan Zeiroth, tetapi ia berhasil menyelamatkan jutaan orang dari dalam tembok kota Zentrapolis. Rakyat Azdalnar-pun tercerai-berai dan terpukul ke segala penjuru Benua Selatan, sementara Edelvien dan pasukannya terpukul kalah di pantai Geliad pada hari yang sama. Dan walaupun Putra Raja yang bernama Azarez berhasil diselamatkan Edelia dan melarikan diri ke Atrava, rakyat Azdalnar mengalami kehancuran pada tahun itu juga. Kejadian itu menyebabkan Votronia dan sekutunya mulai memandang waspada kepada kekuatan Zeiroth yang menakutkan itu. Votronia lalu menarik mundur pasukannya dari pantai-pantai Heraz dan memperkuat benteng-benteng perlindungan di wilayah masing-masing, demikian pula Andrhomidean dan Giralza. Atracalia sendiri menarik mundur pasukannya tetapi membuka pintu untuk sisa-sisa rakyat Azdalnar dan keluarga-keluarga Raja Azdalnar yang melarikan diri ke wilayah mereka. Dan pada tahun itu juga (368), kerajaan Azdalnar secara resmi runtuh sebelum akhirnya berdiri lagi pada tahun 695 setelah pertempuran Gradanovahd. Sekitar tahun itu juga, Hazayell menghilang lagi dan tidak terdengar kabarnya hingga kini.
Selasa, 15 Februari 2011
About Me
Beberapa kemampuan dalam diri manusia memang sudah ada sejak lahirnya. Kemampuan tersembunyi itu biasanya disebut dengan "talenta". Kemampuan seperti itu, jika diasah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi hidup orang tersebut.
Selain itu, talenta yang dimiliki seseorang biasanya bervariasi. Ada orang yang memang ditakdirkan untuk menguasai dua atau lebih talenta di dalam dirinya; ada pula yang hanya satu saja. Beberapa talenta akan muncul ke permukaan dengan sendirinya seiring dengan perjalanan hidup orang tersebut.
Tetapi alangkah malangnya nasib orang tersebut jika dalam perjalanan hidupnya, ia tidak dapat menemukan hal-hal yang mendukung segala kelebihannya tadi. Sementara waktu berjalan perlahan namun pasti menuju suatu akhir yang sempurna dalam setiap hidup seorang manusia... dan akhirnya segala kemampuan/talenta tersebut terkubur dalam-dalam, segera setelah orang tersebut memutuskan untuk mengalihkan jalan hidupnya ke arah yang lain demi mencari kesuksesan lain yang lebih "masuk akal" demi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.
Berakhirlah perjalanan hidup tentang kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, dan kita tahu bahwa ada satu lagi orang yang telah tersia-siakan bakat terpendamnya; terkubur dalam angan-angan yang tidak mencapai akhirnya....
Selain itu, talenta yang dimiliki seseorang biasanya bervariasi. Ada orang yang memang ditakdirkan untuk menguasai dua atau lebih talenta di dalam dirinya; ada pula yang hanya satu saja. Beberapa talenta akan muncul ke permukaan dengan sendirinya seiring dengan perjalanan hidup orang tersebut.
Tetapi alangkah malangnya nasib orang tersebut jika dalam perjalanan hidupnya, ia tidak dapat menemukan hal-hal yang mendukung segala kelebihannya tadi. Sementara waktu berjalan perlahan namun pasti menuju suatu akhir yang sempurna dalam setiap hidup seorang manusia... dan akhirnya segala kemampuan/talenta tersebut terkubur dalam-dalam, segera setelah orang tersebut memutuskan untuk mengalihkan jalan hidupnya ke arah yang lain demi mencari kesuksesan lain yang lebih "masuk akal" demi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.
Berakhirlah perjalanan hidup tentang kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, dan kita tahu bahwa ada satu lagi orang yang telah tersia-siakan bakat terpendamnya; terkubur dalam angan-angan yang tidak mencapai akhirnya....
Rabu, 02 Februari 2011
Doktrin?
Ada sebuah pertanyaan memusingkan yang berbunyi: Mengapa kau harus melakukan apa yang bisa dilakukan pada esok hari, saat ini? Sebuah kalimat yang cukup membuat Anda berpikir dan mengernyitkan kening Anda, bukan? Tetapi coba simak baik-baik dan artikan dalam pola berpikir teka-teki – walaupun sebenarnya ini bukan teka-teki.
Menurut beberapa orang yang telah mendapatkan pertanyaan di atas, mereka menyimpulkan bahwa kalimat tersebut hendak menyatakan ‘sikap tidak terburu-buru’. Beberapa lagi mengatakan kalimat tersebut tidak memiliki arti yang pantas. Bagaimana dengan Anda? Jawabannya sederhana, yaitu bahwa jika pada suatu saat sebuah angan-angan dan impian akan sampai pada waktu yang telah ditetapkan, untuk apa merealisasikannya sejak kini dan menghabiskan waktu untuk mengejar impian yang pasti akan datang dan mengorbankan hal-hal penting lainnya yang lebih mendesak pada saat-saat ia dibutuhkan? Berarti pertanyaan di atas sedang membicarakan “ Apakah waktu yang kau pergunakan saat ini sudah tepat atau sia-sia? Apakah yang kau lakukan sekarang dapat mempercepat proses datangnya hari esok, ataukah lebih baik mengerjakan sesuatu yang perlu pada saat ini untuk menyempurnakan apa yang telah pasti akan datang di hari esok?” Misalnya, untuk apa membuat anak pada saat Anda belum menikah? Kira-kira demikian….
Ada sebuah ungkapan yang berbunyi: Jangan cepat mengambil kesimpulan atau kesimpulan tersebut akan mencelakakan engkau. Kini apa pendapat Anda tentang pernyataan ini? Sebuah kesimpulan sangat penting dalam kehidupan kita, terutama bagi mereka yang terbiasa melakukan hal-hal yang membutuhkan pemikiran dan tindakan yang tepat dalam kurun waktu cepat. Tetapi kalimat di atas telah membatasi tipe orang-orang seperti itu. Bagaimana tidak? Ungkapan ini menimbulkan keragu-raguan dalam mengambil kesimpulan bukan? Apalagi jika orang langsung menelan mentah-mentah sebelum mempelajari betul arti sebenarnya ungkapan ini.
Jawabannya juga cukup sederhana, yaitu bahwa jalan kehidupan tidak didukung hanya oleh pikiran dalam otak kita, tetapi hati nurani kita. Apa kata hatimu yang paling dalam di setiap saat di mana sebuah keputusan yang penting harus dibuat? Kepintaran berbeda dengan kejujuran. Kepintaran berbicara soal ketangkasan otak dalam melakukan tugasnya – dan tidak semua kepintaran menuju kepada kejujuran – tetapi hati selalu menimbang dan menyatakan apakah itu benar atau tidak. Ikuti hatimu dan setiap keputusan yang kau buat akan menghasilkan hal-hal terbaik dalam hidupmu.
Sabtu, 15 Januari 2011
Edisi Personal Entertainment
Perkembangan dunia hiburan kian hari kian gila-gilaan. Kalau kita melihat tayangan-tayangan televisi, film, dan lain sebagainya, kita dapat melihat seribu satu macam orang-orang kreatif di belahan bumi ini. Gila, men!!!! Sampai-sampai kita berpikir: "Ide apa lagi yang perlu gue cari nih? Rata-rata yang gak masuk di akal udah dilakukan semua. Udah gak ada lagi ide-ide yang bisa dikeluarin dari otak. Kita tertinggal jauh!" Maka beberapa orang—berangkat dari pemikiran seperti tadi—merasa tidak dapat bersaing lagi dalam hal kreatifitas dengan orang-orang lain yang—menurutnya—lebih mampu; dan akhirnya meninggalkan panggilannya sebagai seorang seniman dan entertainer lalu beralih bidang ke yang lebih sederhana. Atau, beberapa orang memilih untuk hanya mengikuti arus, ikut-ikutan dan tidak mau merancang ide sendiri; lebih banyak mengambil ide-ide orang lain dan memanipulasinya ke arah tujuan lain atas nama Entertainment.
Jujur aja deh... kita seolah-olah gak bisa mengejar apa yang sudah dilakukan di barat-barat sana. Film-film animasi, dunia advertising dan lain-lain. Dancer, Music dan semuanya. Ajegileeee.... siapa bilang? Aku punya banyak ide yang lebih gila dari sekedar James Cameroon menciptakan Avatar... Atau Steven Spielberg menciptakan Dinosaurus dalam Jurassic Park. Itu yang akan kubagikan di sini (dilarang nyuri ide, lho!)-di blog ini. Sabar ya, nunggu update-an nya? Soalnya jaringan internet tempatku rese banget :( makanya error melulu kalo mau update sesuatu. Giaaaaaoooow!
Jujur aja deh... kita seolah-olah gak bisa mengejar apa yang sudah dilakukan di barat-barat sana. Film-film animasi, dunia advertising dan lain-lain. Dancer, Music dan semuanya. Ajegileeee.... siapa bilang? Aku punya banyak ide yang lebih gila dari sekedar James Cameroon menciptakan Avatar... Atau Steven Spielberg menciptakan Dinosaurus dalam Jurassic Park. Itu yang akan kubagikan di sini (dilarang nyuri ide, lho!)-di blog ini. Sabar ya, nunggu update-an nya? Soalnya jaringan internet tempatku rese banget :( makanya error melulu kalo mau update sesuatu. Giaaaaaoooow!
Langganan:
Postingan (Atom)
